Saturday, December 3, 2022

IKLAN4D,BERITA BOLA TERBARU QATAR 2022

 

Richarlison di Brasil seperti Kuda Pacu: Fokus dengan Apa yang Diperintahkan












 

Richarlison mendapat cemoohan dari publik saat namanya ada dalam skuad Brasil ke Piala Dunia 2022 karena dianggap tak layak. Namun sejak tampil di Qatar, Richarlison justru menjelma jadi pemain kunci tim Samba.

Richarlison telah mengemas dua gol dari dua pertandingan bersama Brasil. Sejauh ini, penyerang Tottenham itu jadi top skor Brasil di Piala Dunia 2022.

Dua golnya itu diborong ketika melumat Serbia 2-0 pada laga pertama. Ia kemudian absen mencetak gol di laga kedua, meski dimainkan. Sedangkan di laga ketiga, ia tidak dimainkan sama sekali.

Pencapaian berkesan Richarlison itu diapresiasi oleh Tim Vickery, seorang ahli sepak bola Amerika Selatan. Menurutnya, Richarlison seperti kuda pacu yang selalu fokus dengan apa yang diperintahkan.


Hanya Pikirkan Cara Cetak Gol

Vickery mengibaratkan Richarlison dengan kuda pacu karena ia merasa sang pemain selalu hanya kepikiran untuk mencetak gol. Tidak ada hal lain yang dipikirkannya, selain yang diperintahkan.

Faktor seperti itu yang dianggap Vickery menjadikan Richarlison sebagai pemain kunci Brasil. “Kenapa? Karena dia memberikan apa yang pelatih inginkan,” ujarnya kepada Give Me Sport.

“Dia itu seperti kuda pacu yang mengenakan penutup mata. Maksudnya, dia tidak memikirkan hal lain selain mencetak gol,” katanya.


Aspek yang Kurang


Vickery juga melihat peran Richarlison di Brasil seperti mengisi satu aspek yang kurang. Brasil yang diberkahi pemain-pemain dengan teknik olah bola tingkat tinggi, kebetulan hanya punya satu pemain yang mematikan di kotak penalti.

“Brasil itu sesungguhnya tidak memerlukan pemain di posisi itu yang bisa bisa melakukan apa saja. Percayalah, mereka sudah punya banyak pemain yang bisa melakukan itu,” ucap dia.

“Justru yang Brasil butuhkan adalah seorang pemain yang piawai di kotak penalti. Seseorang yang simpel, tidak rumit, dan juga kuat,” katanya.


Terbukti

Apa yang dikatakan Vickery terbukti ketika Brasil menghadapi Kamerun di laga terakhir fase grup. Brasil kalah 0-1 kala itu.

Richarlison diistirahatkan penuh di pertandingan itu. Hasilnya, Brasil yang punya 21 tembakan tidak dapat mencetak gol. Empat di antaranya adalah big chance dari jarak yang dekat yang juga gagal dimanfaatkan

Sumber: Bola.Net

IKLAN4D,BERITA PIALA DUNIA QATAR 2022


Sampai Jumpa di Piala Dunia 2026, Generasi Muda Amerika Serikat!
                     







Setelah susah payah lolos dari Grup B, langkah Amerika Serikat hanya sampai babak 16 besar Piala Dunia 2022. Generasi muda Amerika Serikat diharapkan bisa berbicara lebih lantang di edisi empat tahun lagi atau pada 2026.

Di laga itu, Amerika Serikat takluk di tangan Belanda dengan skor 1-3 di Khalifa International Stadium, Sabtu (3/12/2022) malam WIB. Gol tunggal dari Haji Wright, tidak mampu mengejar gelontoran gol-gol yang dicetak oleh Denzel Dumfries, Daley Blind, dan Memphis Depay.

Kekalahan ini memang terasa menyedihkan bagi The Yanks. Namun, mereka boleh berbangga karena dengan skuad semuda itu, Amerika Serikat menunjukkan potensi yang besar.


Matang dan Usia Emas

Para pemain inti Amerika Serikat di Piala Dunia 2022 terbilang masih dalam usia yang cukup muda. Apabila mereka berhasil lolos lagi di Piala Dunia 2026 Kanada, usia mereka sudah cukup matang dan berada di masa keemasan.

Setidaknya ada delapan pemain yang nantinya siap jadi tulang punggung Amerika Serikat di edisi empat tahun lagi. Seiring dengan jalannya waktu, mereka bisa jadi lebih baik dari sekarang.

Mereka adalah Christian Pulisic (27 tahun), Tyler Adams (27), Weston McKennie (27), Timothy Weah (26), Brenden Aaronson (25), Sergino Dest (25), Yunus Musah (23), dan Gio Reyna (23).


Pencapaian Amerika Serikat

Amerika Serikat menyudahi Piala Dunia 2022 dengan rekor hanya sekali kalah. Sayangnya, satu-satunya kekalahan itu justru mengantarkan mereka pulang ke rumah.

Amerika Serikat melewati fase grup dengan hasil sekali kemenangan dan dua kali seri. Selain menang lawan Iran (1-0), Amerika Serikat bermain imbang dengan Wales (1-1) dan Inggris (0-0).

Torehan gol mereka di Qatar terbilang minim. Tiga gol saja, termasuk saat mencetak gol melawan Belanda. Sementara di aspek bertahan, Amerika Serikat total kebobolan empat gol.

Sumber : Bola.Net


IKLAN4D,BERITA BOLA FIFA WORLD CUP QATAR 2022


Cetak Gol ke Gawang AS di Piala Dunia 2022, Daley Blind Selebrasi dengan Sang Ayah


                          










Bek Belanda Daley Blind bermain bagus saat menghadapi Amerika Serikat pad laga babak 16

 besar Piala Dunia 2022, Sabtu (3/12/2022). Ia mencetak satu gol pada laga itu.

Blind mencetak gol kedua Belanda pada laga itu. Pemain Ajax Amsterdam itu mencetak gol dengan kaki kirinya setelah menerima assist dari Danzel Dumfries.

Dua gol Belanda yang lain dicetak oleh Memphis Depay pada babak pertama, dan oleh Danzel Dumfries pada babak kedua.

Pada laga itu, Belanda menang 3-1 atas Amerika Serikat. De Oranje pun melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2022.


Merayakan Bersama Ayah


Momen mengharukan pun terjadi tak lama setelah gol Daley Blind. Mantan pemain Manchester United itu langsung menuju ke arah bangku cadangan pemain Belanda.

Ia mendatangi satu sosok yakni Danny Blind yang merupakan ayahnya. Daley langsung memeluk sang ayah, Danny Blind.

Mereka merayakan gol bersama-sama. Tak lama kemudian, para pemain Belanda yang lain datang untuk memeluk kedua sosok itu.


Penghapusan Dosa 2016

Danny Blind menjadi satu dari beberapa asisten yang dimiliki Louis Van Gaal pada Piala Dunia 2022. Keberhasilan Belanda lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022 melegakan Danny Blind.

Blind memang memiliki dosa kepada Timnas Belanda. De Oranje gagal lolos ke putaran final EURO 2016 ketika Danny Blind menjadi pelatih.

Saat itu, Danny Blind sebagai pelatih dinilai sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas kegagalan itu. Menariknya, di skuad Belanda saat itu ada Daley Blind.


Sumber ; Bola.Net

Friday, December 2, 2022

PIALA DUNIA - KALAH DARI KOREA SELATAN " CRISTIANO RONALDO " NGAMUK ?

 


Cristiano Ronaldo buka suara usai Portugal keok 1-2 dari Korea Selatan pada laga pamungkas Grup H Piala Dunia 2022, Sabtu (3/12) dini hari WIB.

Portugal secara mengejutkan takluk dari Korsel pada laga terakhir babak penyisihan grup di Stadion Education City, Al Rayyan, Qatar.

Selepas pertandingan, Ronaldo tetap menyemangati rekan setimnya karena Portugal telah mencapai dua target awal menuju asa meraih gelar juara Piala Dunia 2022.


Selecao das Quinas sebenarnya mampu unggul lebih dulu lewat aksi Ricardo Horta di menit kelima. Namun, Korsel yang tampil bersemangat sukses menyamakan skor di menit ke-27 melalui Kim Young Gwon.

Korea Selatan akhirnya berhasil membalikkan skor menjadi 2-1 berkat gol Hwang Hee Chan pada masa injury time lewat serangan balik cepat yang diinisiasi Son Heung Min.

Kekalahan ini tak mengubah nasib Portugal lolos ke 16 besar sebagai juara Grup H dengan enam poin. Sementara Korsel finis di posisi runner up usai mengantongi nilai empat.

Di laga tersebut, Ronaldo menjadi satu-satunya pemain bintang yang turun sebagai starter ketika sebagian pemain lainnya dirotasi.

Alih-alih cetak gol untuk menambah rekornya, performa Ronaldo tercoreng karena gagal menuntaskan sederet peluang emas di depan gawang. Sedikitnya ada tiga peluang emas yang dimiliki CR7 di kotak penalti dan tak satu pun berujung gol atau bahkan on target.


Emosi kapten timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, sempat meledak saat ditarik keluar pada laga Grup H Piala Dunia 2022 kontra Korea Selatan. Pertandingan Korea Selatan vs Portugal berlangsung di Education City Stadium pada Jumat (2/12/2022) malam WIB. Tepat pada menit ke-65, Fernando Santos selaku pelatih timnas Portugal menarik keluar Cristiano Ronaldo dan memasukkan Andre Silva. Ronaldo kala itu tampak sangat geram dan sempat menunjukkan gestur meminta diam (meletakkan jari telunjuk di depan mulut) saat berjalan keluar lapangan.

Raut wajah Ronaldo juga tampak masih kencang ketika bersalaman dengan Fernando Santos di pinggir lapangan. Berbagai ekspresi itu membuat netizen menilai Ronaldo marah dengan Fernando Santos dan kecewa karena ditarik keluar. Namun, Ronaldo langsung membantah rumor tersebut. Pemain berusia 37 tahun itu mengakui dirinya emosi saat berjalan keluar lapangan. Namun, emosi itu ditujukan untuk pemain Korea Selatan yang mendesak dirinya berjalan lebih cepat.

"Masalahnya ada sebelum saya berjalan keluar. Satu pemain Korea Selatan meminta saya untuk segera pergi. Saya kemudian menyuruh dia untuk diam!," ujar Ronaldo dikutip dari Mais Futebol. "Dia tidak memiliki otoritas untuk menyuruh saya. Jika dia wasit, dia berhak meminta saya mempercepat langkah," ucap mantan pemain Manchester United itu. "Namun, tidak perlu ada kontroversi. Apa yang terjadi di lapangan, selesai di lapangan. Kami (Portugal) harus bersatu untuk menghadapi fase gugur," ujar Ronaldo menambahkan. Hal serupa juga diungkapkan Fernando Santos. Menurut Fernando Santos, ada pemain Korea Selatan yang mengina Ronaldo di lapangan. Fernando Santos juga memastikan Ronaldo tidak emosi karena ditarik keluar.




Timnas Spanyol Disebut Sengaja Kalah dari Jepang demi Pulangkan Jerman dari Piala Dunia 2022

 

Spanyol disebut sengaja kalah dari Jepang demi pulangkan Jerman dari Piala Dunia 2022. La Furia Roja – julukan Timnas Spanyol – secara mengejutkan takluk 1-2 dari Jepang pada Jumat (2/12/2022) dini hari tadi WIB.

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Internasional Khalifa tersebut, Spanyol hanya memerlukan hasil imbang demi mengamankan tiket lolos sebagai juara Grup E. Hal itu pun nampaknya akan mudah diraih setelah Alvaro Morata membuka skor untuk skuad asuhan Luis Enrique ketika laga baru bergulir 11 menit.

Namun kemudian tiba-tiba Jepang mencetak dua gol cepat dalam kurun waktu tiga menit saja seusai jeda turun minum. Setelah Ritsu Doan menyeimbangkan skor pada menit ke-48, Ao Tanaka membalikkan kedudukan pada tiga menit kemudian.

Di sisa laga, Spanyol terlihat kesulitan untuk mencetak gol penyeimbang. Entah karena memang Jepang benar-benar tangguh atau La Furia Roja sebenarnya menahan diri.
Sebab, akibat hasil ini, Jerman pulang duluan meskipun menang dengan skor 4-2 dari Kosta Rika di pertandingan lain. Spanyol unggul jauh dalam hal selisih gol berkat kemenangan telak 7-0 atas Kosta Rika.


Tak ayal, kekalahan ini pun dicurigai sebagai bentuk kesengajaan dari Timnas Spanyol agar salah satu pesaing utamanya, Jerman, pulang duluan. Sebab, jika lolos ke 16 besar, bukan tidak mungkin Der Panzer – julukan Timnas Jerman – justru bakal menjadi mimpi buruk untuk Spanyol nantinya.

Para netizen pun mengemukakan pendapatnya mengenai hal ini. Sebuah akun Twitter @BrianLautner misalnya, berpendapat bahwa ini memanglah kesengajaan.

“Sudut pandang lain: Spanyol sengaja kalah biar Jepang yang lolos karena merasa kedepannya Jerman bakalan lebih nyusahin klo lolos,” cuitnya.

Namun demikian, jika memang begitu, maka Spanyol juga mengambil sebuah tindakan yang sangat berisiko. Sebab, jikalau Kosta Rika secara mengejutkan mampu menang, maka Spanyol akan terbang bersama Jerman kembali ke Eropa.

Dalam skenario ini, catatan empat poin yang diraih oleh Spanyol dalam dua laga akan kalah dengan torehan poin Kosta Rika. Negara Amerika Utara itu akan memiliki enam poin jika menang atas Jerman.